Pagi ini aku teringat lagi. Tentang kisah yang dulu pernah kita lukis
bersama di kanvas sederhana namun begitu indah kurasa.
Setiap waktu yang pernah kita hias dengan senandung tawa, ataupun tak sengaja tergores sedikit luka
didalamnya . Tak apa, meski jalan kita tak selalu seindah kisah-kisah cinta yang
seringkali kita baca bersama, menunggu matahari terbenam di depan telaga.
Kadangkala waktu yang berputar membuatku benci. Mengapa saat indah itu
berlalu tanpa mampu kucegah. Aku ingin mengulang kembali keindahan itu, kan ku
ulang baris demi baris. Hingga cerita cinta kita menjadi sempurna.
Mentari hari ini mengingatkanku kembali, tentang kisah kita, tentang
dirimu. Sosok yang membuatku percaya bahwa malaikat itu ada, bahwa malaikat tak
perlu sayap. Bahkan hingga tarikan nafasku yang kesekian kali ini, aku masih
tak beranjak juga dari kenangan yang berputar di ingatan.
Senyumanmu, ahh.. mengingatnya saja aku tak sanggup. Senyuman yang kadang sering kuacuhkan. Kini terasa sangat
mengganggu. Indah, namun menyakitkan.
Disaat sendiri seperti ini, kenangan yang kau tanamkan di benakku itu
terasa semakin tajam. Menusuk relung hatiku yang terdalam. Disaat seperti ini,
suaramu seringkali terdengar lirih, samar namun entah mengapa aku bisa
mendengarnya dengan sangat jelas.
Tuhan mungkin saja mengambilmu, namun perasaan ini entah kenapa tak mau
terkubur bersama jasadmu yang terbujur kaku. Life must go on, tapi jika aku
diberi kesempatan untuk mengulang hidup sekali lagi, aku akan tetap memilihmu..
sampai berapa kalipun.
0 komentar:
Posting Komentar